Mengenal Dkriuk Fried Chicken, Bisnis ayam goreng ekonomis yang terkenal di Indonesia.

Sangat banyak orang yang penasaran dengan hal-hal baru, berbagai macam-macam makanan menjadi bahan percobaan untuk menemukan rasa yang telah ditemui. Terakhir, semua olahan ayam goreng di seluruh dunia memiliki gaya memasak, rasa, dan tentunya penggunaan bumbu yang berbeda.

Di Indonesia sendiri, Ayam goreng adalah ayam goreng siap saji yang terbuat dari potongan ayam yang dilumuri tepung yang sudah dibumbui sebelum dimasak, ayam goreng ini berasal dari ayam broiler. Ciri khas daging ayam broiler ini adalah dagingnya empuk dan banyak, rasanya khas dan enak serta pengolahannya mudah, namun cepat hancur dalam proses perebusan yang lama.

Meski begitu, rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau. Alhasil, di Indonesia sendiri ayam goreng versi Amerika lebih terkenal yakni daging ayam yang digoreng menggunakan tepung yang sudah dibumbui sebelumnya. Alhasil, terciptalah ayam goreng crispy dengan cita rasa yang khas.

Di Indonesia, pasar ayam goreng berbalut tepung dikuasai oleh beberapa rantai waralaba besar, seperti KFC (Kentucky Fried Chicken), McDonald’s, Richeese Factory, dan berbagai restoran cepat saji lainnya yang bisa anda temukan hampir di seluruh nusantara.

Di antara berbagai merek makanan sajian ayam goreng, muncul merek lokal yang tak kalah sukses, yaitu Dkriuk Fried Chicken. Dkriuk ini memang terdengar asing bagi sebagian orang. Namun siapa sangka, bisnis ayam goreng ini sudah memiliki ratusan hingga ribuan gerai dan menghasilkan omzet hingga jutaan rupiah.

Bagi anda yang belum mengetahui Dkriuk, yuk simak ulasannya berikut ini:

  • Berdiri sejak 2016 masih bermodalkan rumah produksi

Dkriuk Fried Chicken pertama kali didirikan oleh Aziz Sholeh pada tahun 2016. Awalnya Dkriuk ini tidak langsung berkembang dengan pesat. Bermodalkan sebuah rumah produksi di daerah condet, Jakarta timur yang tidak besar. Dkriuk mulai secara perlahan terlihat perkembangannya.

Walau pada saat itu, Dkriuk harus mengalah karena kompetitor lebih dulu terkenal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir ini, Dkriuk melesat bagaikan roket, dan sampai saat ini Dkriuk sudah mempunyai outlet sebanyak 1067 di 27 kota di Indonesia.

Sebelumnya, Pak aziz sempat memiliki berbagai profesi, mulai dari karyawan swasta di bagian IT hingga mengalami resign, kemudian beliau bisnis dengan join kemitraan salah satu fried chicken di di Indonesia dengan punya 10 outlet. Mungkin pengalaman dari join kemitraan sabana itulah, beliau membuat Dkriuk Fried Chicken yang menerapkan konsep syariah untuk mengelola Dkriuk Fried Chicken.

  • Memiliki ratusan hingga ribuan outlet

Pada tahun 2021, Dkriuk Fried Chicken tercatat sudah memiliki sekitar 1000-an lebih outlet yang tersebar di 27 kota (per September 2021) di seluruh Indonesia. Menurut Aziz, sang founding father dari fried chicken gerobakan ini, semua bisa menjadi seperti sekarang berkat kerja dari bagian Research and Development yang terus memberi masukan ide – ide baru untuk menarik perhatian pasar.

Selain ayam goreng tepung yang menjadi andalannya, Dkriuk juga menjual berbagai menu lain seperti ayam geprek, ayam mozarella, ayam keju, kentang goreng, kulit, sate, kpop, usus crispy, burger hingga varian minuman yaitu D-Ingin, dan masih banyak varian lainnya. Dalam hal promosi, para konsumen dengan sendirinya akan merasa penasaran jika melihat menu – menu lain dari Dkriuk dan tanpa diminta karena sudah menyukai ayam goreng Dkriuk.

Meski mengusung konsep utama sebagai makanan take and go atau take away, namun beberapa outlet dari Dkriuk Fried Chicken sendiri menyediakan tempat duduk untuk bersantap di tempat bagi pengunjungnya.

  • Menerapkan konsep syariah

Banyak pelaku bisnis di Indonesia sudah mulai menerapkan konsep yang mengandung unsur syariah islam di dalamnya. Hal ini bisa dipengaruhi berbagai faktor seperti kepribadian sang owner, mengikuti tren, ataupun pendapat bahwa memang konsep tersebut yang terbaik.

Bagi aziz sholeh itu sendiri, dia merasa bahwa cara ini memang yang terbaik untuk memajukan usahanya. Menurut aziz, hal ini memacu kinerja dari para karyawannya untuk terus berusaha mengambil andil dalam perkembangan Dkriuk itu sendiri.

  • Memiliki target pasar yang jelas

Dari awal ide pembuatan “gerobak” ayam goreng yang dikonsep, Dkriuk sudah jelas menentukan siapa yang akan menjadi target pasar mereka. Dkiruk secara terang-terangan berusaha merebut pasar dari para pecinta ayam goreng crispy yang biasanya membeli makanan favoritnya dari gerai-gerai yang dianggap “Raja” di industri ini seperti Kentucky Fried Chicken (KFC) atau McDonald’s.

Untuk melawan sesuatu yang jauh lebih besar, tentu Anda membutuhkan senjata yang kuat. Pertama, rasanya tidak kalah dengan ayam goreng buatan para raksasa. Kedua, harga sangat rendah. Harga dkriuk jauh lebih murah dibandingkan kompetitornya, namun tetap memberikan kualitas dan pelayanan yang sama. Untuk mendapatkan satu potong ayam goreng di Dkriuk Fried Chicken, kamu hanya perlu merogoh kocek kurang dari 10 ribu.

Benar saja, upaya Aziz merebut pasar bisa dikatakan cukup berhasil. Tidak sedikit orang yang puas dengan rasanya yang sangat enak dan harga yang terjangkau.

Penulis : Yoga Airlangga Putra

Spread the love

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *